CARITAU JAKARTA - Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi dan Media Faldo Maldini turut menanggapi postingan meme Puan Maharani berbadan tikus yang diunggah dalam akun Twitter Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Meme tersebut diunggah sebagai bentuk protes disahkannya Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR. Faldo menyebut, aksi protes BEM UI banyak dimanfaatkan oleh sekelompok orang anti pemerintahan.
Baca Juga: Melki Menolak Kasus Kekerasan Seksualnya Dikaitkan Intimidasi Penguasa
"Narasinya mirip kayak LSM yang didanai asing, juga kelompok antipemerintah yang dari awal asal bukan Jokowi. Biar laku dagangannya di 2024 nanti," kata Faldo Maldini.
Faldo menyebut BEM UI memang diisi mahasiswa yang pintar dengan pikiran yang suka berbeda. Ia mempersilahkan semua pihak menilai kritikan dari BEM UI, sebab Perpu Cipta Kerja nyatanya sudah diselenggarakan sesuai dengan prinsip dan prosedur.
"Di sisi lain, mereka juga kadang naif," kata Faldo yang juga mantan Ketua BEM UI ini.
Faldo lantas mengklaim partisipasi bermakna dalam Perpu Cipta Kerja sudah dilakukan. Satgas Cipta Kerja, kata dia, setiap hari membuat kegiatan di semua daerah.
"Kalau anda yang tidak pernah ikut, maka partisipasinya jadi tidak bermakna? Kalau emang peduli, ya datang dari kemaren-kemaren. Tapi kalau cuma teriak begini ya silakan aja, apalagi kalau cuma itu kemampuan terbaik anda," kata politikus PSI ini.
Menanggapi pernyataan Faldo Maldini itu, Ketua BEM UI Melki Sedek Huang menantang Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini membuktikan soal tudingan pendanaan asing dalam kampanye penolakan UU Cipta Kerja yang dilakukan BEM UI. Ucapan itu Faldo sampaikan atas kritik terhadap meme Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Jika dikatakan didanai asing dan disusupi kepentingan elit politik manapun, jelas kami tegaskan tidak dan silakan dibuktikan karena kami juga siap membuktikan semua," kata Melki.
Soal tudingan BEM UI disetir oleh pihak tertentu sehingga mengeluarkan kritik seaman itu, Melki mengatakan organisasinya memang disetir kepentingan rakyat Indonesia. Menurut Melki, selama ini kepentingan masyarakat mampu diwakilkan oleh pejabat yang duduk di Senayan.
"Kami pun tak menemukan sedikitpun bukti partisipatifnya Perpu Ciptaker. Perpu Ciptaker adalah produk hukum inkonstitusional bikinan Presiden sendiri yang nihil partisipasi masyarakat dalamnya dan menurut konstitusi," kata Melki. (DID)
Baca Juga: Ketua BEM UI Nonaktif Melki Sedek Huang Bantah Lakukan Kekerasan Seksual
meme puan berbadan tikus bem ui protes perppu cipta kerja lsm di danai asing
Fauzi Bowo Ingin Jakarta Dipimpin oleh Orang yang...
Denny JA Hibahkan Dana Abadi untuk Festival Tahuna...
Tokoh Literasi Bachtiar AK Sebut Inovasi Smart Sch...
Mencetak Dai Pengusaha, Sekda Marullah Buka Pelati...
Gibran Pimpin Apel Siaga Masa Tenang Pilkada 2024