Trending Now
Ketua Dewan Pers: Indeks Kemerdekaan Pers Cenderung Meningkat
Kamis, 25 Agu 2022 11.25 WIB
BAGIKAN fb fb
Kamis, 25 Agu 2022 11.25 WIB
Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra membuka Peluncuran Hasil Survei Indeks Kemerdekaan Pers 2022. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

CARITAU JAKARTA – Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra mengatakan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) memiliki kecenderungan meningkat, yakni dari 76,02 poin pada 2021 menjadi 77,88 poin pada 2022.

"Kemerdekaan pers ini kecenderungan meningkat. Sedikit, tipis, tetapi meningkat," kata Azyumardi ketika membuka acara Peluncuran Hasil Survei Indeks Kemerdekaan Pers 2022 yang dipantau melalui platform zoom meeting di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Menurut Azyumardi, meskipun IKP mengalami peningkatan, Dewa Pers mengingatkan masyarakat Indonesia, khususnya insan pers, untuk tidak berpuas diri.

Azyumardi bahkan menegaskan bahwa kemerdekaan pers tetap harus diperjuangkan.

"Beberapa pekan terakhir, Dewan Pers itu berjuang untuk memastikan kebebasan pers bisa terjamin," tegasnya.

Dewan Pers telah mengirim Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) kepada DPR terkait sejumlah pasal yang dapat mengancam kebebasan pers.

"DIM-nya itu dipuji oleh DPR sebagai suatu hal yang sangat bagus dan produktif dalam rangka menyempurnakan RUU KUHP,” kata Azyumardi.

Azyumardi juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pemerintah yang membuka ruang untuk berkonsultasi terkait RUU KUHP.

"Intinya, kami senang ada kenaikan dalam Indeks Kemerdekaan Pers ini. Akan tetapi insan pers jangan puas dahulu karena masih ada tantangan yang masih harus diperjuangkan," tuturnya.

 

Tren Kenaikan 5 Tahun

 

Ninik Rahayu, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, mengungkapkan bahwa telah terjadi tren kenaikan IKP dalam 5 tahun terakhir (2018-2022), mulai dari 69,00 (2018) meningkat menjadi 73,71 poin (2019), 75,27 poin (2020), 76,02 poin (2021), serta terakhir 77,88 poin pada tahun 2022. 

"IKP sebesar 77,88 itu mengindikasikan bahwa pers nasional berada dalam kondisi ‘cukup bebas’ untuk mengekspresikan informasi dan berita yang disajikan," papar Ninik.

Adapun penilaian IKP adalah kategori bebas untuk indeks 90-100 poin, cukup bebas (70-89), agak bebas (56-69), kurang bebas (31-55) dan tidak bebas (1-30).

Adapun metodologi Survei IKP 2022 seperti dirilis Antara, menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yakni menggunakan instrumen kuesioner, serta melakukan wawancara mendalam kepada informan ahli dan FGD.(HAP)

ketua dewan pers prof azyumardi azra indeks kemerdekaan pers ikp 77 88 poin