Sabtu, 01 April 2023
Tag Terpopuler
Ungkap Kasus Mutilasi Mayat dalam Koper di Tenjo, Polisi: Korban Menolak Lakukan Handjob
Sabtu, 18 Mar 2023 16.30 WIB
BAGIKAN fb fb fb
Sabtu, 18 Mar 2023 16.30 WIB
Ilustrasi police line (istimewa)

CARITAU BOGOR - Polres Metro Bogor mengungkap kasus mutilasi mayat dalam koper merah yang ditemukan di Desa Singabangsa, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor ditangkap.

 

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengungkapkan, pihaknya telah berhasil menangkap pemutilasi pria dalam koper merah yang ditemukan di sisi jalan di wilayah Tenjo, Bogor.

 

"Tim Reskrim Polres Bogor melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap mayat tersebut. Dari hasil pengolahan TKP, tim Resmob dengan Inafis Porles Bogor berhasil mengidentifikasi korban, juga berhasil mengidentifikasi pelaku dari keterangan saksi dan alat bukti yang diperoleh tim olah TKP kami di lapangan," kata Iman, Sabtu (18/3/2023).

 

Polisi mengungkapkan pelaku pemutilasi mayat dalam koper merah di Tenjo itu mengaku nekat membunuh korban karena dia menolak melakukan handjob.

 

Polisi menyebut, pelaku dengan inisial DA (35 tahun) ini berprofesi sebagai sopir taksi online dan dijadikan sopir pribadi oleh korban. Sedangkan korban dengan inisial R ini adalah seorang penerjemah.

 

Selanjutnya, kata Iman, setelah pelaku berinisial DA tersebut teridentifikasi, tim Resmob melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

 

"Kemudian di hari Jumat (17/3/2023) pelaku berhasil ditangkap di wilayah Yogyakarta, setelah tim kami melakukan pengejaran dari Tangerang," ujarnya.

 

Terhadap DA, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan dan atau pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 338 dan atau 340 KUHP dengan ancaman maksimal pidana seumur hidup dan atau pidana mati.

 

"Modus operandi yang digunakan tersangka, dia melakukan pembunuhan dengan senjata tajam. Selanjutnya karena ada rasa ketakutan menghilangkan mayatnya, kemudian tersangka menggunakan alat potong gerinda (pisau potong) untuk menghilangkan kaki dan kepalanya," kata Iman. 

 

Selanjutnya kaki dan kepala korban berinisial R ini dibuang ke sungai di wilayah Tigaraksa. Saat ini pihak kepolisian pun tengah melakukan pencarian bagian tubuh korban yang dibuang tersebut.

 

"Motif sementara yang kami peroleh dari keterangan tersangka, DA bertengkar karena diminta melakukan handjob oleh si R," pungkas Iman, sembari mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan sadis tersebut.

 

Diketahui, DA yang berprofesi sebagai sopir taksi online memutilasi tubuh korban menjadi 4 bagian, yaitu kepala, kaki dan tangan yang masih menyatu dengan tubuh.

 

"Potongan yang terpisah adalah kepala dan dua bagian kaki, dan badan sama kepala jadi satu. Yang belum ditemukan bagian kepala dan kaki beserta alat potong gerinda itu dibuang di sungai Cimanceri. Kami juga memperoleh laporan dari petugas tol untuk pakaian dan sprei serta alat pembungkus lainnya dibuang di tol wilayah Tol Cikupa dan sudah ditemukan," paparnya.

 

Di tubuh R, ditemukan bekas penganiayaan pada saat terjadi pertengkaran antara pelaku dengan si korban. "Kami sedang mendalami juga tabungan korban yang digunakan tersangka," urainya.

 

Aksi sadis DA terhadap R ini dilakukan oleh pelaku di salah satu apartemen di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang. 

 

"Untuk si pelaku sendiri pertama kali mengenal korban karena korban pesan ojek online. Kemudian pelaku sebagai driver ojek online merasa cocok, menjadi langganan, lalu kemudian mereka tinggal bersama-sama," singkatnya. 

 

Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, dari pengakuan DA, yang bersangkutan diminta melayani si korban dengan cara handjob, namun si pelaku tidak mau.

 

Di sisi lain, sambung Giro, pihak kepolisian mencium adanya motif ekonomi di balik aksi pembunuhan tersebut. 

 

"Sementara ini kami temui sejumlah uang korban yang diambil pelaku, karena memang si pelaku ini mengetahui atm korban, sementara yang diambil Rp30 juta, tapi untuk atm lain masih kita dalami," paparnya.

 

Menurut polisi, R sempat memiliki keluarga yang utuh, namun telah bercerai. "Untuk si korban sendiri pernah berkeluarga, tapi sudah berpisah, si pelaku pengakuannya sudah memiliki keluarga dan memiliki anak tapi masih kami dalami, yang bersangkutan baru saja sampai dari Yogyakarta," pungkasnya. (DID)

kasus mutilasi mayat dalam koper polres bogor handjob kriminal