Trending Now
Dua Orang Disebut Memiliki Kaitan Erat dengan Bjorka, Berikut Profilnya
Jum'at, 16 Sep 2022 17.15 WIB
BAGIKAN fb fb
Jum'at, 16 Sep 2022 17.15 WIB
Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ade Yaya Suryana memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/9/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

CARITAU JAKARTA­ – Pasca menggegerkan publik dengan aktivitasnya, Bjorka akhir-akhir ini tengah dicari maupun dilacak keberadaannya oleh sejumlah pihak. Terkini, ada dua nama yang disinyalir sebagai sosok Bjorka, yakni Muhammad Said Fikriansyah (17) pria asal Cirebon dan pemuda Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah (21).

Meskipun kedua orang tersebut diamankan, belum tahu pasti di antara mereka adalah Bjorka. Bahkan muncul sebuah postingan di Twitter, bahwa Bjorka asli meledek pemerintah karena dirinya sama sekali belum tertangkap. 
 

"Sangat omong kosong. Pemerintah Indonesia merasa bahwa mereka sudah mengindetifikasi saya berdasarkan informasi yang salah dari akun Twitter @Dark Tracer,” ujar Bjorka dalam huruf kapital, Kamis, 15 September 2022.

 

Bjorka melanjutkan, Pemerintah Indonesia mesti bertanggung jawab karena telah menangkap orang-orang yang sama sekali tak bersalah.


“Akun @Dark Tracer  yang memberikan layanan palsu kepada pejabat negara. Mungkin anak-anak ini sekarang sudah ditangkap dan diiterogasi oleh pemerintah,” terang dia lagi.


Lalu, siapakah kedua orang yang baru saja dikaitkan sebagai sosok Bjorka, berikut rinciannya


Said Bantah Dirinya Sebagai Bjorka

Nama Muhammad Said Fikriansyah mulai mencuat ke publik karena dirinya erat dikaitkan sebagai Bjorka. Kejadian ini bermula saat akun Instagram @voltcyber_v2 menuduh M. Said Fikriansyah sebagai sosok hacker (peretas) misterius itu dengan dalih berbagai jejak digital serta kualitas dokumen yang bocor.
 

Pria yang akrab disapa Said tersebut diketahui merupakan warga Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia diketahui masih berusia 17 tahun.


Lewat akun @voltcyber_v2, diketahui jika Said bekerja sebagai editor video. Sedangkan, pada akun Linkedln yang diduga milik Said, dituliskan bahwa ia berprofesi sebagai Video Editor di DURLANTIS/VFX-3D Animation, serta mempunyai keahlian seperti video animasi, desain 3D, desain brand, desain logo hingga desain visual.

 

Ramai-ramai namanya disandingkan Bjorka, Said langsung tegas membantah. Ia bahkan sama sekali tak mengenali sosok Bjorka.

"Saya bukan Bjorka, hacker yang saat ini ramai diperbincangkan di mana-mana," ujar Said, Rabu (14/9/2022).


Said juga mengaku, dirinya tidak pernah sekalipun mengakses dark web yang rutin digunakan peretas ketika melakukan peretasan.

Sementara itu, Ayah dari Said Fikriansyah, Nana Supriatna buka suara. Ia mengaku sangat dirugikan oleh adanya tuduhan tersebut. 


"Kami pihak keluarga merasa dirugikan. Soalnya kan pencemaran nama baik," kata Nana, Kamis (15/9/2022)

Berkat keresahan yang terus menimpanya, Said langsung meminta perlindungan ke polisi. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Perida Apriansi Sisera.


"Laporan belum ada. Cuma memang kemarin dia (Muhammad Said Fikriansyah) sempat minta perlindungan hukum kepada kita. Mungkin dia merasa ketakutan atau bagaimana. Saat ini kami masih menunggu kedatangannya ke Polres," katanya, Kamis (15/9/2022).


Hingga kini, polisi belum menerima laporan secara resmi maupun menindaklanjuti tudingan yang tertuju kepada Muhammad Said Fikriansyah. 


Pria Madiun yang Jauh dari Kata Hacker

Beberapa waktu kemudian, Tim Siber Mabes Polisi Republik Indonesia (Polri) mengamankan Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) warga Desa Banjasari Kulon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, pada Rabu (14/9/2022).


Dalam kaitan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut pihaknya masih mendalami kasus tersebut. 

"Untuk yang di Madiun sedang dialami terkait menyangkut masalah yang bersangkutan. Semua tim masih bekerja dalam Tim Khusus (Timsus)," terangnya.


Ditanya lebih lanjut, pihak kepolisian belum memutuskan MAH sebagai peretas. Pihaknya bakal menyampaikan informasi selanjutnya pasca dilakukan pendalaman.

"Belum disimpulkan seperti itu (hacker). Karena masih didalami oleh Timsus, saya tidak berkompeten menjelaskan sebelum Timsus, nanti telah selesai bekerja," katanya.

 

Seperti yang diketahui, Timsus ini dibentuk oleh Menko Polhukam, Mahfud MD. Tim ini terdiri dari Polri, Badan Intelejen Negara, Kemenkominfo, serta (Badan Siber dan Sandi Negara) BSSN untuk melacak keberadaan Bjorka.


Di lain tempat, ibunda MAH, Suprihatin menanggapi kasus yang menimpa anaknya. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut lantaran profil MAH yang sangat bertolak belakang dengan peretas.

 

Diterangkan Suprihatin lebih lanjut, MAH sehari-hari berprofesi sebagai penjual es. Bahkan, Suprihatin menyebut anak bungsunya itu hanya mempunyai sebuah handphone dan tak memiliki laptop atau komputer.

 

"Ponsel satu itu saja yang ia punya. Dia beli mengumpulkan uang dari kerja jual es dengan gaji sebulan hanya Rp700 ribu," tandas Suprihatin.

Ia melanjutkan, MAH merupakan seorang yang tamatan MAN dan tidak pernah keluar kota selain berjualan es Thai Tea di pinggir jalan.

Saat MAH diamankan, Suprihatin merasa kaget ada empat orang berpakaian preman dan mengaku dari polisi membawa nakanya untuk diminyai keterangan dari Polsek Dagangan. 

 

"Nggak ngomong apa-apa itu, cuman polisinya bilang kalau disuruh tenang, anaknya nggak diapa-apakan dan hanya dimintai keterangan saja di Polsek.” terangnya, Kamis (15/9) 

 

MAH Ditetapkan Sebagai Tersangka

Teranyar, pada Jumat (16/9), sempat dipulangkan dan bertemu keluarga pada pukul 09.30 WIB, MAH justru kembali berurusan dengan kepolisian. Bahkan statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

 

Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Jubir Divisi Humas Polri Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Jumat (16/9/2022). Kata dia, MAH berperan sebagai penyedia channel atas nama Bjorkanism di platform Telegram.

 

"Berperan sebagai penyedia channel Telegram dengan nama channel Bjorkanism," singkat Ade.

 

Ade menerangkan, MAH juga ikut mengunggah informasi serta memposting beberapa kalimat sebanyak tiga kali dalam rentang 8-10 September 2022 di Channel Bjorkanism.

 

Menurut Ade, MAH berperan sebagai salah satu dari kelompok Bjorka. "Adapun motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang banyak," tutup dia.

 

Belum tau pasti tindak lanjut dari kasus ini, apakah MAH terbukti sebagai orang yang membantu Bjorka, atau barangkali ada nama lainnya yang nanti bakal terseret kasus ini. (RMA)

 

 

 

Baca juga:

 

Polisi Tetapkan Pemuda Asal Madiun Sebagai Tersangka, Diduga Bantu Aktivitas Bjorka

bjorka polri tersangka hacker dark tracer tim siber polri