Trending Now
Kontroversi Batalyon 120 Makassar, Dicibir Netizen Dibela Wali Kota dan Kapolrestabes
Selasa, 20 Sep 2022 07.00 WIB
BAGIKAN fb fb
Selasa, 20 Sep 2022 07.00 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto dan Wali Kota Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dan pembentukan Batalyon 120. (CARITAU-IZRA PRASETYA-Dok @batalyon120mks_official)

CARITAU MAKASSAR – Meski namanya batalyon, jangan pernah membayangkan Batalyon 120 sebagai bagian dari militer karena batalyon ini sejatinya ormas yang terdiri dari sekitar seribuan pemuda di Kota Makassar yang pendiriannya diinisiasi oleh Wali Kota Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Kapolrestabes Kombes Pol Budhi Haryanto sejak dua tahun silam.

 

Beberapa hari terakhir, nama Batalyon 120 tiba-tiba viral di medsos.

 

Berawal pada Minggu (11/9/2022) dini hari, saat markas Batalyon 120 yang terletak di Jalan Korban 40.000 Jiwa, di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, digerebek patroli Tim Thunder Polda Sulsel didampingi aparat Polsek Tallo.

 

Penggerebekan ternyata beredar luas di medsos melalui beberapa video, salah satunya berdurasi 1 menit 30 detik yang merekam salah satu pemuda anggota Batalyon 120 dicecar pertanyaan oleh Komandan Tim Thunder Polda Sulsel Aiptu Rijal. 

 

Pemuda tersebut kepada Dantim Thunder mengaku jika rekan-rekannya baru saja pulang melakukan penyerangan di dua lokasi di Makassar, yakni di Jalan Abubakar Lambogo dan Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar.

 

Video itu tentu saja menarik perhatian masyarakat. Keberadaan Batalyon 120 pun mulai dipergunjingkan publik. Banyak yang kemudian menilai keberadaannya justru membuat resah masyarakat karena tetap saja melakukan aksi tawuran atau balap liar, meski ada juga yang membela dan menyebut Batalyon 120 positif karena menampung anak-anak pinggiran di Kota Angin Mamiri.

 

Terlepas dari pergunjingan, polisi setelah penggerebekan dini hari itu menyita 164 busur panah, empat parang, satu senjata rakitan atau papporo, tiga ketapel pelontar panah, serta 38 botol bekas minuman keras atau miras. Polisi juga menyita 20 unit sepeda motor.

 

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan 48 oknum anggota Batalyon 120 yang kebanyakan masih berstatus pelajar atau di bawah umur dan mereka kemudian diamankan di Polsek Tallo.

 

Kanit Reskrim Dicopot

 

Penggrebekan yang membuat gaduh itu, tiba-tiba menjadi semakin gaduh setelah muncul ‘persoalan’ di lingkaran aparat kepolisian. 

 

Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal pada Senin keesokan harinya pascapenggerebekan dicopot dari jabatannya.

 

"Saya dapat kabar pencopotan saya itu dari Kapolsek. Kata Kapolsek, dia ditelepon langsung sama Kapolrestabes," kata Iptu Faizal ke awak media, Senin (12/9/2022). 

 

Iptu Faizal mengaku belum mengetahui alasan dirinya dicopot. Namun yang jelas, dia mengaku sempat diminta untuk melepaskan seluruh anggota Batalyon 120 yang digerebek beberapa jam setelah operasi dilakukan.

 

"Saya memang ditelepon (diminta) untuk melepas (anggota Batalyon 120) pagi-pagi (Minggu), sama Kapolrestabes. Tapi itu perintah lisan saja. Jadi saya takut juga lakukan karena pertanggungjawabannya nanti," kata Iptu Faizal.

 

Sebenarnya bisa dimaklumi jika Iptu Faizal mengaku takut, karena Tim Thunder yang menggerebek Batalyon 120 berasal dari Polda Sulsel atau atasan Polrestabes Makassar. 

 

Lalu bagaimana versi Kapolrestabes Makassar?

 

Menurut Kombes Pol Budhi Haryanto, terkait penggerebekan Batalyon 120 seharusnya dilakukan pendekatan restoratif justice (RJ) yang diatur Peraturan Polisi Nomor 8 tahun 2021 dan tidak serta merta melakukan penangkapan.

 

"Bagaimana masyarakat yang bermasalah dengan hukum ketika para pihak bisa mencabut perkaranya, pidananya, dan kita berdamai di situ. Dan bisa melakukan membantu masyarakat. Ini dibenarkan aturan," katanya pada Senin (12/9/2022).

 

Namun faktanya, menurut Kombes Budhi, Kanit Serse Polsek Tallo (Iptu Faizal) tidak melakukannya dan kejadian seperti itu sebenarnya sudah lama dikeluhkan oleh Kapolsek Tallo.

 

"Dan puncaknya kemarin, harusnya Kanit Serse ketika menerima laporan, harusnya dia ke TKP untuk mengklarifikasi, mengecek kebenaran peristiwa tersebut. Tapi faktanya dia tidak melakukan. Sehingga apa, berita ini jadi blunder, berita kemana-mana dan ini jadi tidak benar," papar Kapolrestabes Kombes Budhi. 

 

Oleh sebab itu, lanjutnya, dia meminta saran dari Kapolsek, siapa yang kira-kira mampu menjalankan tugas dengan baik di Polsek Tallo.

 

"Penggantinya pun namanya saya tidak tahu, itu adalah usulan dari Kapolsek. Pergantian Kanit Reskrim ini karena ketidakprofesionalannya, ketidakmaksimalnya dia bekerja, bahkan menyelewengkan apa yang menjadi kebijakan pimpinan, yaitu bagaimana polisi dekat dengan masyarakat dan mengedepankan PP nomor 8 tahun 2021 tentang RJ. Itu salah satunya, tapi sudah lama dikeluhkan Kapolsek tentang ketidakprofesionalnya dalam melakukan penahanan," papar Kapolrestabes.

 

Mabes Polri Terjunkan Tim Itsus

 

Kegaduhan sebagai buntut penggerebekan Batalyon 120 rupanya terendus Mabes Polri yang segera memberangkatkan Tim Inspektorat Khusus (Itsus) yang terdiri dari lima orang ke Makassar pada Rabu (14/9/2022) untuk melakukan pemeriksaan terkait pencopotan Kanit Reskrim Polsek Tallo tersebut. 

 

Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana sempat membenarkan kedatangan Tim Itsus Mabes Polri.

 

"Benar. Sudah saya terima kemarin itu," kata Irjen Nana. 

 

Hal yang menarik, pada Selasa (13/9/2022) atau sehari sebelum Tim Itsus Mabes Polri tiba di Makassar, di Mapolrestabes Makasar telah dilakukan pemusnahan senjata tajam yang dikabarkan merupakan hasil sitaan dari anggota Batalyon 120. Pemusnahan dipimpin Kapolrestabes Makassar dan Wali Kota Makassar didampingi unsur Forkopimda.

 

Membimbing Anak-Anak Lorong

 

Lalu bagaimana sebenarnya keberadaan Batalyon 120?

 

Batalyon 120 diresmikan pendiriannya oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto pada Senin 14 Maret 2020, melalui acara yang meriah serta dihadiri jajaran Forkopimda. 

 

Tak hanya dihadiri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, saat itu hadir pula Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana. 

 

Danny Pomanto saat itu mengatakan, Batalyon 120 harus membuktikan jati dirinya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Makassar agar tetap kondusif.

 

"Seluruh potensi pada Batalyon 120 akan kita gali bersama, insyaallah di bawah bimbingan Pak Kapolda serta dewan pembina, menjadikan Batalyon 120 dari anak-anak yang sering tawuran kita bimbing mereka jadi produktif," kata Danny. 

 

Menurut Danny, sebelumnya anak-anak yang berasal dari lorong (sebutan untuk gang-gang kecil di Kota Makassar) tidak tersentuh dan kurang mendapat perhatian, sehingga mereka perlu dibimbing agar mempunyai keterampilan dan menjadi kebanggaan keluarga.

 

"Pemkot akan bekerja sama menyiapkan program-program untuk itu. Ada pasukan khusus untuk Damkar, desentralisasi perparkiran untuk Batalyon 120. Saya juga perintahkan Kadis Pendidikan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak itu yang mau ikut Paket C hingga lulus dan mendapatkan ijazah," tegas Wali Kota.

 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana saat itu juga berharap Batalyon 120 dapat ikut menjaga Makassar yang sering terjadi konflik antarkelompok.

 

"Kota Makassar ke depan harus lebih baik. Jadikan Makassar kota yang nyaman dan semakin besar. Jadikan Makassar kota nomor satu di Indonesia. Pembangunan tanpa didasari rasa aman tidak akan mungkin terjadi," tegas Kapolda.

 

Salah satu pertanyaan publik yang kemudian muncul di medsos begitu Batalyon 120 viral, tak lain soal pendanaan ormas tersebut.

 

Wali Kota Danny Pomanto menegaskan tidak menggunakan APBD Pemkot Makassar. 

 

"Tidak ada anggarannya. Jadi kami bersama Kapolrestabes carikan CSR (dana corporate social responsibility), carikan program. Kan begini, pemerintah perlu orang berani menjadi pemadam kebakaran lorong. Perlu orang berani, ini kan orang berani semua," kata Danny.

 

Ramai Dicibir Netizen

 

Saat melakukan pemusnahan barang bukti yang awalnya disebut hasil sitaan dari Batalyon 120, Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar keukeuh bahwa keberadaan Batalyon 120 tetap dibutuhkan karena terbukti angka kriminalitas di Kota Makassar menurun. Aksi pembusuran, penikaman, tawuran dan aksi geng motor berkurang drastis. 

 

Kapolrestabes Budhi Haryanto menambahkan bahwa keberadaan Batalyon 120 telah membuat kepolisian terbantu, khususnya dalam hal memberantas kriminalitas. 

 

"Kami jujur sangat terbantu dengan kehadiran Batalyon ini sebagai wadah untuk mengurangi peredaran geng-geng motor yang membawa busur," katanya. 

 

Terlepas dari penjelasan Wali Kota dan Kapolrestabes, tetap saja netizen ramai-ramai memenuhi kolom komentar di postingan pengukuhan Batalyon 120 yang diunggah oleh akun resmi IG Batalyon 120 @batalyon120mks_official. 

 

"Lha katanya warganya ngedukung kok malah sebaliknya," tulis akun @ad**ya_elangk*w*hletkol. 

 

Beberapa netizen bahkan menganggap Batalyon 120 dibentuk sebagai alat politik untuk kepentingan Pemilu 2024. 

 

"Persiapan 2024 kah???" celoteh akun @lambeturah_pana*k*kang.

 

Celotehan ini segera ditimpali netizen lainnya. 

 

"Ente pake ditanya (emot ketawa terbahak)," tulis @zI71200*8.

 

"Kasi kumpul dulu, nanti kalau selesai jabatan baru diperintahkan pasimbung (bikin onar)," timpal @jers_e*o*i.

 

Terlepas dari cibiran sebagian netizen, sampai Senin (19/9/2022) hasil investigasi yang dilakukan Tim Itsus Mabes Polri belum membuahkan hasil. 

 

"Nanti kalau sudah ada hasilnya, akan kita sampaikan rekomendasinya. Karena investigasi yang dilakukan Tim Itsus mencari data dan fakta dalam video-video (penggerebekan Batalyon 120) yang viral itu. Kami juga belum tahu sampai kapan Tim Itsus berada di Makassar," kata Kombes Pol Komang Suartana, Kabid Humas Polda Sulsel kepada wartawan, Senin.

 

Jadi kita tunggu saja apa rekomendasi Tim Itsus Mabes Polri sebagai hasil investigasi penggerebekan Batalyon 120 dan pencopotan Iptu Faizal. (KHEKY DOMPEA)

batalyon 120 makassar wali kota moh ramdhan 'danny' pomanto kapolrestabes kombes pol budhi haryanto kapolda sulsel irjen pol nana sudjana