Trending Now
Caritau Ramadhan: Masjid Al-Musyari'in Tempat Memantau Hilal Pertama di Jakarta
Minggu, 01 Mei 2022 15.00 WIB
BAGIKAN fb fb
Minggu, 01 Mei 2022 15.00 WIB
image
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Idul Fitri 1 Syawal 1443 H hari ini, Minggu (1/5/2022). Salah satu titik yang digunakan ada di Masjid Al-Musyari'in, Jalan Basmol Raya, Jakarta Barat.
image
Berdasarkan pantauan, teropong yang digunakan berada di atap menara Masjid. Tepat di depannya juga terlihat beberapa jam matahari.
image
Masjid itu pun terasa sejuk, meski tak menggunakan air conditioner. Bahkan Masjid yang terletak di tengah perumahan warga, di lantai 2 bisa menampung jemaah.
image
Sementara itu, Masjid ini tak mempunyai halaman luas. Hanya di depan, terlihat beberapa makam.
image
Masjid yang terletak di seberang sungai Pesing itu, memang sudah menjadi langganan untuk melihat hilal. Hal ini diakui oleh ketua pengurus masjid, Syarifuddin.
image
"Dulu sebelum zamannya Pak Harto, mungkin sebelum merdeka. Dulu itu di sebelah barat, di lapangan masih kelihatan. Sekarang banyak bangunan akhirnya dipindahkan ke atas
image
Meski tak hapal persis kapan tahunnya, dia menuturkan kegiatan tersebut sudah dilakukan di zaman era Presiden Soekarno.
image
Dia juga mengungkapkan, dulunya masih menggunakan pandangan mata biasa. Baru di era Gubernur DKI Fauzi Bowo menggunakan teropong.

CARITAU JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Idul Fitri 1 Syawal 1443 H hari ini, Minggu (1/5/2022). Salah satu titik yang digunakan ada di Masjid Al-Musyari'in, Jalan Basmol Raya, Jakarta Barat.

 

Berdasarkan pantauan, teropong yang digunakan berada di atap menara Masjid. Tepat di depannya juga terlihat beberapa jam matahari.

 

Masjid itu pun terasa sejuk, meski tak menggunakan air conditioner. Bahkan Masjid yang terletak di tengah perumahan warga, di lantai 2 bisa menampung jemaah.

Sementara itu, Masjid ini tak mempunyai halaman luas. Hanya di depan, terlihat beberapa makam.

 

Masjid yang terletak di seberang sungai Pesing itu, memang sudah menjadi langganan untuk melihat hilal. Hal ini diakui oleh ketua pengurus masjid, Syarifuddin. Meski tak hapal persis kapan tahunnya, dia menuturkan kegiatan tersebut sudah dilakukan di zaman era Presiden Soekarno.

 

Dia menuturkan, dulu itu tidak di Masjid, melainkan lapangan di area yang sama. Namun, karena sudah banyak bangunan, baru akhirnya dipindahkan ke masjid.

"Dulu sebelum zamannya Pak Harto, mungkin sebelum merdeka. Dulu itu di sebelah barat, di lapangan masih kelihatan. Sekarang banyak bangunan akhirnya dipindahkan ke atas," tutur Syarifuddin kepada Liputan6.com, Kamis (14/6).

 

Dia mengutarakan, itu dipindah sekitar tahun 90-an. Bahkan, Masjid Al-Musyari'in ini memang satu-satunya tempat di Jakarta untuk melihat hilal.

"Dulu di Jakarta, di Basmol itu satu-satunya, pertama kali. Karena Basmol itu letaknya tinggi," tutur Syarifuddin.

 

Dia juga mengungkapkan, dulunya masih menggunakan pandangan mata biasa. Baru di era Gubernur DKI Fauzi Bowo menggunakan teropong.

"Waktu itu zaman Fauzi Bowo. Total sekarang ada dua teropong," ungkapnya.

 

Dia mengatakan, teropong itu bukan berasal dari bantuan pemerintah pusat maupun daerah. Semuanya dari sumbangan jemaah masjid saja.

"(Teropong) enggak dari kementerian. Adalah orang yang ikhlas," tukasnya.

 

Dia menerangkan, biasanya persiapan dilakukan untuk melihat hilal, adalah mengukur posisi matahari.

 

"Mengukur matahari untuk menentukan posisi hilal ketika magrib," pungkasnya. (CARITAU  - MUNZIR)
 

masjid al musyarai'in hilal jakarta