Trending Now
Viral Aliran Sesat di Soppeng, Salat tak Berwudhu, Wanita Haid Boleh Salat
Jum'at, 21 Jan 2022 21.41 WIB
BAGIKAN fb fb
Jum'at, 21 Jan 2022 21.41 WIB
Puang Nene saat diamankan petugas. (Caritau-Kheky Dompea)

CARITAU SOPPENG – Warga Dusun Sekkang, Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan seorang yang diduga menyebarkan aliran sesat.

 

Namanya Puang Nene. Dia diduga menyebarkan aliran sesat dengan mengajarkan orang yang ingin salat tak perlu berwudhu dan wanita haid boleh melaksanakan salat.

 

Kapolres Soppeng AKBP Muh Roni yang dikonfirmasi Caritau.com membenarkan hal tersebut. Menurut Roni, kejadian tersebut terjadi di Dusun Sekkang, Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo.

 

"Benar. Dimana Puang Nene ini menyebarkan aliran sesat Islam. Orang yang ingin salat tak perlu berwudhu dan wanita yang haid boleh melaksanakan salat," ungkapnya, Jumat (21/1/2022).

 

Muh Roni menjelaskan, polisi bersama pihak TNI yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat. Danramil 1423-05 Marioriwawo Serma Laenre yang didampingi oleh Kapolsek Marioriwawo Iptu Muh Ali AR dan Kepala KUA Kec Marioriwawo H Darwis langsung mendatangi lokasi tersebut pada Kamis (20/1/2022) sore kemarin.

 

Karena tak ingin ada kejadian yang tidak diinginkan, pada pukul 17.15 WITA Puang Nene bersama Abd Fitrah (anak kandung Perp. Maru) yang  guru honorer Madrasah Aliyah DDI Pattojo diantar menuju Kepelabuhan Bajoe Kabupaten Bone untuk menyeberang ke Kendari, Provinsi Sultra dengan menggunakan mobil dinas Koramil 1423-05 Marioriwawo 

 

"Pengantaran itu dikawal oleh Danramil 1423-05 Marioriwawo Serma Laenre beserta empat orang anggotanya, Kapolsek Marioriwawo IPTU Muh Ali AR bersama seorang anggotanya, Kepala KUA Marioriwawo H Darwis, SAG beserta stafnya dan empat orang personel Satpol PP Marioriwawo," katanya.

 

Sebelumnya, kata dia, Puang Nene telah diantar dan dikawal oleh Danramil 1423-05 Marioriwawo SERMA Laenre bersama empat orang personelnya  dan empat orang Satpol PP menuju Pelabuhan Bajoe pada 19 Januari 2022  sekitar Pukul 21.00 WITA.

 

"Setelah dibelikan tiket Puang Nene untuk keberangkatan kemudian tim pengawal meninggalkan Pelabuhan Bajoe, namun Puang Nene kembali ke Takalala menggunakan mobil sewa, Avanza warna silver dan tiba di Takalala pada Kamis (20/1/2022) pukul 05.30 WITA selanjutnya Puang Nene naik ojek menuju Dusun Sekkang di rumah perempuan Maru," ungkapnya.

 

Meskipun begitu, kata dia, pihaknya tidak melakukan penahanan. Mengingat tidak ada warga di Dusun Sekkang yang mengikut alirannya.

 

"Tidak dilakukan penahanan mengingat tak ada warga yang melapor. Warga juga tidak terprovokasi dengan kejadian itu. Kapolsek Marioriwawo (Iptu Muh Ali) bersama Koramil setempat juga sudah melakukan sosialisasi ke warga," jelasnya. (KEK)

 

aliran sesat di soppeng solat tak perlu wudhu wanita haid boleh sholat

Berita Terkait